Showing posts with label islamic. Show all posts
Showing posts with label islamic. Show all posts

Sunday, April 3, 2011

yesternight, there was a mild quake

but i did not felt it. i was sound asleep, like a baby.
Praise be to Allah for keeping me safe and sound until i opened my eyes again for Subuh prayers.

i only knew about the quake after friends started updating their status on Facebook.
and this made me ponder:

what if the quake didn't stop, and the Earth swallowed me inside while i was still fast asleep?
what if i never woke up from the slumber, until the Day of Resurrection?
what if i haven't completed my duties towards Allah for that day?

so many ifs that can't be answered by human minds.

so friends, while you are still breathing, while you still have the pleasure of time, make a conversation with Allah, be closer to Him. Do everything that you think can cleanse yourself of the past wrongdoings, and increase your belief in Him.

are we using our time in this world wisely? are we ready for the 'real' world hereafter?

and also, whenever's possible, think of the things that surrounds us. take ibrah from what's happening. wallahualam

Sunday, March 27, 2011

moral dari buku

let it go. don't think too much about the person u're gonna spend your life with. or the person u hoped u'll spend your life with. restrict yourself from contacting unnecessarily. this will only lead to dreaming and hoping of something that might not come to reality. free yourself from this uncertainty. dating, coupling, holding hands, doing more than syara' allows, these acts doesn't prove anything if it is still uncertain.

"oh i love you, will you be my girlfriend/boyfriend?"
"oh you make me smile everyday, may i take this picture of us, cheek to cheek, as a memory?"

you know what, these acts does not make you one step closer to being together. cause you just don't know about fate and future. no one have a clue. only Allah knows. so when you think you're doing something to prove your love and to prove that you'll be together forever, you're just lying to yourself. and if the relationship doesn't end well, you'll start to think of these acts that you've done...you might feel regretful, or you might feel betrayed and hurt. if only you didn't start any of this. and when things starts to go wrong, people will start to blame God, who in the first place, already said "don't do it". shame on you, people.

mungkin sebab itu dalam Islam, kita tak boleh berhubungan dengan insan bukan muhrim, kalau tidak ada urusan. sebab Allah tahu, manusia tu lemah,saling memerlukan, dan perbezaan kita membuatkan kita tertarik sesama sendiri. dan anda mesti selalu dengar perkataan ini "cinta pertama adalah cinta yang terindah" apa salahnya cinta pertama itu kekal indah selama-lamanya? Allah tahu yang terbaik untuk kita. :)

Saturday, March 12, 2011

takut takut

worldwide disasters are creeping up on us one by one. the latest, tsunami in japan, from what i heard, is the biggest yet. yes, from what i heard. i don't have the courage to watch the videos and read the news articles. to not knowing, doesn't mean that i don't care. i'm just too afraid.

it is true then, that the End is coming. it is so near, i don't know what i should do. i don't know what would happen. i don't think there is enough prayers and good deeds in the world that i can do to promise me an entry pass to Paradise. i'm not afraid of death, i'm just afraid of the 'seksaan'.

i.feel.lost.

i can't wait to be in Heaven. yet i don't want to even enter Hell for a second. cukuplah membaca deskripsi neraka dalam alQuran untuk membuat aku berasa lemah. ya Allah, i'm sorry for every mistakes that i have done and words that i shouldn't be uttering. ya Allah, please have mercy on us. tolonglah tolonglah tolonglah ya Allah yang Maha Pengampun dan Maha Menerima Taubat.

Wednesday, October 14, 2009

lion of the desert

scene Omar Mukhtar surrounded by Italian armies.



movie ni best sangat
tak habis2 mulut ni menyebut Allahuakbar tiap kali ada fight scene


move aside superman, Omar al Mukhtar is so my hero now,aside from Rasulullah s.a.w la of course.


baru la betul2 dapat merasakan kesusahan orang2 Islam kita yg terpaksa bertarung untuk hidup dan kebebasan mereka. selama ni takat tengok kat paper, x menusuk kalbu sangat.

Ya Allah, kau bantulah saudara2 kami di Iraq, Iran, Afghanistan, Palestine, Sudan, Darfur, Pakistan, Lebanon, Syria. (banyakkk gile kan?)

perghh. waktu googling "muslim countries at war".. banyak sungguh statement mengatakan islam suka peperangan. misconceptions nih, sampai bila nak ada?
ade satu tuh siap tulis camni: Because they love war. What ever is said it is war, in the name of God, of course.

and org rmi pilih tu as best answer. Ya Allah Ya Allah! please..is there someone who can explain that we aren't like this? diorang pikir, kite fanatical cult, and keganasan tu memang da disemai setiap generasi. :((


if only u guys know, Islam tu sendiri bermaksud, menyerah diri, dan keamanan. Don't blame our religion, blame the ones misusing it.



on another note..

sekarang ni kan orang excited semacam main kuiz kat fb tanya itu ini..
pastu bila da diterangkan tentang hukum halal haram kat sini
lagi2 la yang dok tanya tilik menilik tuh
tau..benda tu merepek
tau..benda tu tak masuk akal pun
tapi..asal nak main jugak

dah tu, bila orang cakap xboleh, ade je yg da xsyg mulut ckp
Islam ni mengongkong..ini xboleh, itu xboleh
wahai insan, xde bende lain ke nak buat?
senang r contoh kan, Islam xkasik makan ba alif ba ya,
adeee je kan ayam, kambing, lembu, sayur, ulam, nasi, petai, ikan..
macammmm la xleh hidup kalau xdpt bende yg diharamkan tu
memang da akhir zaman kan, bila org mengaku muslim, tapi mempersendakan Islam
dan berkata, its for fun..relax la. relax hokmu.

jangan tulis ikut sedap je. nampak sangat awak tu cetek pengetahuan. istighfar byk2..
moral of the story harini: berfikir sebelum bertindak ye anak2..

Wednesday, October 7, 2009

renungkan2 dan selamat beramal~

okeh la.so hari ni saya nak jadi macam prof izzi tazkirah hotfm tu, dan berkongsi sesuatu,
yang insyaAllah akan membantu kita untuk menjadi insan dan umat Islam yang lebih sempurna.
(ececehh)


saya nak ajak rakan2 utk sama2 mempraktikkan amalan ini
yang saya buat hampir setiap malam
waktu tengah free gitu,lagi2 sebelum tidur

1.mula2, imbas kembali apa yang da berlaku pada hari tersebut,apa yg kita da lakukan tanpa sedar
2.cuba mencari hikmah disebalik setiap kejadian
3.mengingatkan diri bahawa mungkin apa yg terjadi itu suatu peringatan dari Tuhan
4.cari alternatif untuk mengelak dari tertimpa benda yg sama(yg buruk je la)
5.bersyukur dgn nikmat yg Tuhan kasik(lagi2 bila da dpt berita gembira)
6.mengingatkan diri utk jgn menyesal dgn apa yg berlaku dan jadikan ia sebagai pengajaran
7.tanamkan azam baru untuk perbaiki diri sendiri untuk hari2 yg seterusnya
8.beri semangat/booster kepada diri sendiri..utk hidup yg lebih bermakna dengan keluarga di rumah, dan bakal keluarga kita nanti..wuwuwu

(lepas tu bace la doa ape2 ke.itu sendiri2 pon da tau kan..ehehe)

harap2 rakan2 dpt la try buat
benda ni berkesan utk saya, insyaAllah utk anda juga

saya juga nak tambah sikit2
saya percaya diri saya seorang yg selalu berpandangan positif
yang memandang setiap masalah sebagai cabaran
dan setiap kegembiraan sebagai nikmat
maka, saya agak rimas jika orang selalu mengadu dan mengeluh

being negative all the time will hold you back.
betul tak?
" eh saya xbole buat la"
"adui habis la saya"
"kenapa ni kenapa tu"
"xsuka xsuka xsuka..!"

awak mengeluh, saya pun turut ikut mengeluh
bukan apa, setiap benda insyaAllah ada penyelesaiannya
jangan la cepat berputus asa dan melatah
cuba jadi kreatif sikit dan tangani masalah itu dengan penuh keyakinan
kalau salah boleh cuba lagi
macam main game, reset je bole start over kan
tak susah pun
jangan bataskan diri sendiri xsemena mena
tenangkan diri, dan buat apa yang patut
biarlah orang nak gelakkan kita, orang nak pandang pelik kat kita
hidup ni, adalah suatu proses pembelajaran bukan?

selalu la muhasabah diri..
hati akan lebih tenang
dan kita lebih senang untuk menerima hakikat dan kesusahan
tak ada benda yang susah. yang jadik susah tu bile kite cakap susah.
USAHA,tawakal,dan doa. cukup, insyaAllah.


Tuesday, May 12, 2009

takut x takut x?

aku takut gila (kot) lepas baca terjemahan ni:

....Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatu pun (yang datang) daripada Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. (surah Al Maa-idah ayat 41)


Doa hari ini: Ya Allah ya Tuhanku, ampunkanlah segala kekufuran ku.. segala kejahatan ku.. aku harap aku tidak dimasukkan dalam golongan orang-orang yang sesat. Aku takut dengan seksaan nerakaMu ya Allah..maafkan aku ya Allah~ :(

aku berharap sangat akan perubahan, tetapi aku perlu ingat, yang setiap benda harus dilakukan dengan penuh kesabaran, dan tak ada benda yang boleh jadi dengan begitu senang. Cabaran pasti ada, jadi, kita kena tabah dan tak putus asa.

p/s: haih..laptop buat hal la. ada tak siapa2 yang boleh tolong tengok2kan? sedihnya..




Saturday, May 9, 2009

manusia mudah lupa(bukan melayu je eh)

manusia sekarang,

bangga (jugakla..) dengan perkara mungkar

gembira (jugakla..) sering tak bertempat

hanyut (jugakla..) dalam dunia sendiri

tak mengenal erti "batas"

tapi,

resah (jugakla..) tika diajak ke majlis agama

alasan demi alasan tercipta

manusia oh manusia..

sukar membezakan antara baik dengan buruk :(


p/s: aku terasa lemah sangat sekarang, ya Allah. aku hanya mampu melihat dan protes dalam hati. aku pun masih dalam kategori ini sebenarnya. *sigh*

p/s2: sebab aku sayang kawan2 aku la aku tulis post ni. marilah kita saling berubah, ok?

p/s3: hidup kita kat dunia ni, hanyalah sebagai persediaan untuk akhirat kelak. kita kena belajar mengimbangkannya. jangan terlalu asyik mengejar benda yang takkan kekal, eh?

doa hari ini:
Ya Allah, ringanlah ke atas kami semasa sakaratulmaut, dan lepaskan dari api neraka, dan kemaafan semasa diadakan perhitungan(hisab). Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau sesatkan hati kami setelah Engkau memberi pertunjuk kepada kami. Berikanlah kami rahmat dari sisiMu, sesungguhnya Engkaulah Tuhan Yang Maha Pemberi.

oh ye. selamat hari ibu utk semua ibu, lagi2 mama saya, Puan Samsiah Hamidon..hehe..

Thursday, March 26, 2009

bila kita teringat pasal azab Allah s.w.t~

tengah sedap2 online surfing2.. tetibe terjumpa artikel ni.. tentang azab cash yg Allah S.W.T kasik di dunia ni..ceritanya mcm ni>>

7 kali naik haji tanpa pernah melihat kaabah

Sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya, Hasan (bukan nama sebenarnya), mengajak ibunya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Sarah (juga bukan nama sebenarnya), sang Ibu, tentu senang dengan ajakan anaknya itu.
Sebagai muslim yang mampu secara materi, mereka memang berkewajiban menunaikan ibadah Haji. Segala perlengkapan sudah disiapkan. Singkatnya ibu anak-anak ini akhirnya berangkat ke tanah suci. Kondisi keduanya sehat wal afiat, tak kurang satu apapun. Tiba harinya mereka melakukan thawaf dengan hati dan niat ikhlas menyeru panggilan Allah, Tuhan Semesta Alam. “Labaik allahuma labaik, aku datang memenuhi seruanMu ya Allah”.
Hasan menggandeng ibunya dan berbisik, “Ummi undzur ila Ka’bah
(Bu, lihatlah Ka’bah).” Hasan menunjuk kepada bangunan empat persegi berwarna hitam itu. Ibunya yang berjalan di sisi anaknya tak beraksi, ia terdiam. Perempuan itu sama sekali tidak melihat apa yang ditunjukkan oleh anaknya. Hasan kembali membisiki ibunya. Ia tampak bingung melihat raut wajah ibunya. Di wajah ibunya tampak kebingungan. Ibunya sendiri tak mengerti mengapa ia tak bisa melihat apapun selain kegelapan. beberapakali ia mengusap-usap matanya, tetapi kembali yang tampak hanyalah kegelapan. Padahal, tak ada masalah dengan kesehatan matanya. Beberapa minit yang lalu ia masih melihat segalanya dengan jelas, tapi mengapa memasuki Masjidil Haram segalanya menjadi gelap gulita. Tujuh kali Haji Anak yang sholeh itu bersimpuh di hadapan Allah. Ia shalat memohon ampunan-Nya. Hati Hasan begitu sedih. Siapapun yang datang ke Begitulah, mengharap rahmatNYA. Terasa hampa menjadi tamu Allah, tanpa menyaksikan segala kebesaran-Nya, tanpa merasakan kuasa-Nya dan juga rahmat-Nya.
Hasan tidak berkecil hati, mungkin dengan ibadah dan taubatnya yang sungguh-sungguh, Ibundanya akan dapat merasakan anugrah-Nya, dengan menatap Ka’bah, kelak. Anak yang saleh itu berniat akan kmebali membawa ibunya berhaji tahun depan. Ternyata nasib baik belum berpihak kepadanya. Tahun berikutnya kejadian serupa terulang lagi. Ibunya kembali dibutakan di dekat Ka’bah, sehingga tak dapat menyaksikan bangunan yang merupakan symbol persatuan umat Islam itu. Wanita itu tidak bisa melihat Ka’bah. Hasan tidak patah arang. Ia kembali membawa ibunya ke tanah suci tahun berikutnya.
Anehnya, ibunya tetap saja tak dapat melihat Ka’bah. Setiap berada di Masjidil Haram, yang tampak di matanya hanyalah gelap dan gelap.
Begitulah keganjilan yang terjadi pada diri Sarah. hingga kejadian itu berulang sampai tujuh kali menunaikan ibadah haji.
Hasan tak habis pikir, ia tak mengerti, apa yang menyebabkan ibunya menjadi buta di depan Ka’bah. Padahal, setiap berada jauh dari Ka’bah, penglihatannya selalu normal. Ia bertanya-tanya, apakah ibunya punya kesalahan sehingga mendapat azab dari Allah SWT ?. Apa yang telah diperbuat ibunya, sehingga mendapat musibah seperti itu ? Segala pertanyaan berkecamuk dalam dirinya.
Akhirnya diputuskannya untuk mencari seorang alim ulama, yang dapat membantu permasalahannya. Beberapa saat kemudian ia mendengar ada seorang ulama yang terkenal karena kesholehannya dan kebaikannya di Abu Dhabi (Uni Emirat).
Tanpa kesulitan berarti, Hasan dapat bertemu dengan ulama yang dimaksud. Ia pun mengutarakan masalah kepada ulama yang saleh ini. Ulama itu mendengarkan dengan seksama, kemudian meminta agar Ibu dari hasan mau menelponnya. anak yang berbakti ini pun pulang. Setibanya di tanah kelahirannya, ia meminta ibunya untuk menghubungi ulama di Abu Dhabi tersebut. Beruntung, sang Ibu mau memenuhi permintaan anaknya. Ia pun mau menelpon ulama itu, dan menceritakan kembali peristiwa yang dialaminya di tanah suci.
Ulama itu kemudian meminta Sarah introspeksi, mengingat kembali, mungkin ada perbuatan atau peristiwa yang terjadi padanya di masa lalu, sehingga ia tidak mendapat rahmat Allah. Sarah diminta untuk bersikap terbuka, mengatakan dengan jujur, apa yang telah dilakukannya.
“Anda harus berterus terang kepada saya, karena masalah Anda bukan masalah sepele,” kata ulama itu pada Sarah. Sarah terdiam sejenak. Kemudian ia meminta waktu untuk memikirkannya. Tujuh hari berlalu, akan tetapi ulama itu tidak mendapat kabar dari Sarah. Pada minggu kedua setelah percakapan pertama mereka, akhirnya Sarah menelpon.
“Ustaz, waktu masih muda, saya bekerja sebagai perawat di rumah sakit,” cerita Sarah akhirnya. “Oh, bagus….. Pekerjaan perawat adalah pekerjaan mulia,” potong ulama itu. “Tapi saya mencari wang sebanyak-banyaknya dengan berbagai cara, tidak peduli, apakah cara saya itu halal atau haram,” ungkapnya terus terang.
Ulama itu terperangah. Ia tidak menyangka wanita itu akan berkata demikian. “Disana….” sambung Sarah, “Saya sering kali menukar bayi, karena tidak semua ibu senang dengan bayi yang telah dilahirkan. Kalau ada yang menginginkan anak laki-laki, padahal bayi yang dilahirkannya perempuan, dengan imbalan uang, saya tukar bayi-bayi itu sesuai dengan keinginan mereka.”
Ulama tersebut amat terkejut mendengar penjelasan Sarah. “Astagfirullah……” betapa tega wanita itu menyakiti hati para ibu yang diberi amanah Allah untuk melahirkan anak. bayangkan, betapa banyak keluarga yang telah dirusaknya, sehingga tidak jelas nasabnya. Apakah Sarah tidak tahu, bahwa dalam Islam menjaga nasab atau keturunan sangat penting.
Jika seorang bayi ditukar, tentu nasabnya menjadi tidak jelas. Padahal, nasab ini sangat menentukan dalam perkawinan, terutama dalam masalah mahram atau muhrim, yaitu orang-orang yang tidak boleh dinikahi. “Cuma itu yang saya lakukan,” ucap Sarah.
“Cuma itu ?” tanya ulama terperangah. “Tahukah anda bahwa perbuatan Anda itu dosa yang luar biasa, betapa banyak keluarga yang sudah Anda hancurkan !”. ucap ulama dengan nada tinggi.
“Lalu apa lagi yang Anda kerjakan ?” tanya ulama itu lagi sedikit kesal. “Di rumah sakit, saya juga melakukan tugas memandikan orang mati.” “Oh bagus, itu juga pekerjaan mulia,” kata ulama “Ya, tapi saya memandikan orang mati karena ada kerja sama dengan tukang sihir.” “Maksudnya ?”. tanya ulama tidak mengerti. “Setiap saya bermaksud menyengsarakan orang, baik membuatnya mati atau sakit, segala perkakas sihir itu sesuai dengan syaratnya, harus dipendam di dalam tanah. Akan tetapi saya tidak menguburnya di dalam tanah, melainkan saya masukkan benda-benda itu ke dalam mulut orang yang mati .”
“Suatu kali, pernah seorang alim meninggal dunia. Seperti biasa, saya memasukkan berbagai barang-barang tenung seperti jarum, benang dan lain-lain ke dalam mulutnya. Entah mengapa benda-benda itu seperti terpental, tidak mau masuk, walaupun saya sudah menekannya dalam-dalam. Benda-benda itu selalu kembali keluar. Saya coba lagi begitu seterusnya berulang-ulang. Akhirnya, emosi saya memuncak, saya masukkan benda itu dan saya jahit mulutnya. Cuma itu dosa yang saya lakukan.”
Mendengar penuturan Sarah yang datar dan tanpa rasa dosa, ulama itu berteriak marah. “Cuma itu yang kamu lakukan ?”. “Masya Allah….!!! Saya tidak bisa bantu anda. Saya angkat tangan”. Ulama itu amat sangat terkejutnya mengetahui perbuatan Sarah. Tidak pernah terbayang dalam hidupnya ada seorang manusia, apalagi ia adalah wanita, yang memiliki nurani begitu tega, begitu keji. Tidak pernah terjadi dalam hidupnya, ada wanita yang melakukan perbuatan sekeji itu. Akhirnya ulama itu berkata, “Anda harus memohon ampun kepada Allah, karena hanya Dialah yang bisa mengampuni dosa Anda.” Bumi menolaknya Setelah beberapa lama, sekitar tujuh hari kemudian ulama tidak mendengar kabar selanjutnya dari Sarah. Akhirnya ia mencari tahu dengan menghubunginya melalui telepon. Ia berharap Sarah telah bertobat atas segala yang telah diperbuatnya. Ia berharap Allah akan mengampuni dosa Sarah, sehingga Rahmat Allah datang kepadanya. Karena tak juga memperoleh kabar, ulama itu menghubungi keluarga Hasan di mesir. Kebetulan yang menerima telepon adalah Hasan sendiri. Ulama menanyakan kabar Sarah, ternyata kabar duka yang diterima ulama itu.
“Ummi sudah meninggal dua hari setelah menelepon ustaz,” ujar Hasan Ulama itu terkejut mendengar kabar tersebut. “Bagaimana ibumu meninggal, Hasan ?”. tanya ulama itu. Hasanpun akhirnya bercerita : Setelah menelpon sang ulama, dua hari kemudian ibunya jatuh sakit dan meninggal dunia. Yang mengejutkan adalah peristiwa penguburan Sarah. Ketika tanah sudah digali, untuk kemudian dimasukkan jenazah atas izin Allah, tanah itu rapat kembali, tertutup dan mengeras. Para penggali mencari lokasi lain untuk digali. Peristiwa itu terulang kembali. Tanah yang sudah digali kembali menyempit dan tertutup rapat. Peristiwa itu berlangsung begitu cepat, sehingga tidak seorangpun pengantar jenazah yang menyadari bahwa tanah itu kembali rapat. Peristiwa itu terjadi berulang-ulang.
Para pengantar yang menyaksikan peristiwa itu merasa ngeri dan merasakan sesuatu yang aneh terjadi. Mereka yakin, kejadian tersebut pastilah berkaitan dengan perbuatan si mayat. Waktu terus berlalu, para penggali kubur putus asa dan kecapaian karena pekerjaan mereka tak juga selesai. Siangpun berlalu, petang menjelang, bahkan sampai hampir maghrib, tidak ada satupun lubang yang berhasil digali. Mereka akhirnya pasrah, dan beranjak pulang. Jenazah itu dibiarkan saja tergeletak di hamparan tanah kering kerontang. Sebagai anak yang begitu sayang dan hormat kepada ibunya, Hasan tidak mahu meninggalkan jenazah orang tuanya ditempat itu tanpa dikubur. Kalaupun dibawa pulang, rasanya tidak mungkin. Hasan termenung di tanah perkuburan seorang diri. Dengan izin Allah, tiba-tiba berdiri seorang laki-laki yang berpakaian hitam panjang, seperti pakaian khusus orang Mesir. Lelaki itu tidak tampak wajahnya, karena terhalang tutup kepalanya yang menyorok ke depan. Laki-laki itu mendekati Hasan kemudian berkata padanya,” Biar aku tangani jenazah ibumu, pulanglah !”. kata orang itu.
Hasan lega mendengar bantuan orang tersebut, Ia berharap laki-laki itu akan menunggu jenazah ibunya. Syukur-syukur mau menggali lubang untuk kemudian mengebumikan ibunya. “Aku minta supaya kau jangan menengok ke belakang, sampai tiba di rumahmu, “pesan lelaki itu. Hasan mengangguk, kemudian ia meninggalkan pemakaman. Belum sempat ia di luar lokasi pemakaman, terbersit keinginannya untuk mengetahui apa yang terjadi dengan ke jenazah ibunya.
Sedetik kemudian ia menengok ke belakang. Betapa pucat wajah Hasan, melihat jenazah ibunya sudah dijilat api, kemudian api itu menyelimuti seluruh tubuh ibunya. Belum habis rasa herannya, sedetik kemudian dari arah yang berlawanan, api menerpa ke wajah Hasan. Hasan ketakutan. Dengan langkah seribu, ia pun bergegas meninggalkan tempat itu.
Demikian yang diceritakan Hasan kepada ulama itu. Hasan juga mengaku, bahwa separuh wajahnya yang tertampar api itu kini berbekas kehitaman karena terbakar. Ulama itu mendengarkan dengan seksama semua cerita yang diungkapkan Hasan. Ia menyarankan, agar Hasan segera beribadah dengan khusyuk dan meminta ampun atas segala perbuatan atau dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh ibunya. Akan tetapi, ulama itu tidak menceritakan kepada Hasan, apa yang telah diceritakan oleh ibunya kepada ulama itu.
Ulama itu meyakinkan Hasan, bahwa apabila anak yang soleh itu memohon ampun dengan sungguh-sungguh, maka bekas luka di pipinya dengan izin Allah akan hilang.
Benar saja, tak berapa lama kemudian Hasan kembali mengabari ulama itu, bahwa lukanya yang dulu amat terasa sakit dan panas luar biasa, semakin hari bekas kehitaman hilang. Tanpa tahu apa yang telah dilakukan ibunya selama hidup, Hasan tetap mendoakan ibunya. Ia berharap, apapun perbuatan dosa yang telah dilakukan oleh ibunya, akan diampuni oleh Allh SWT.
Semoga kisah nyata dari Mesir ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Amin
source: disini
and, tambahan pulak mlm ni mlm jumaat, td ade la bace surah yassin. (Seelok2nya kita hayati skali terjemahannya, biar tersentuh sket lubuk hati yg da keras semcm ni..hehe..) tgh bce2 tu.. ayt ni yg paling memberi kesan sbb sesuai sgt la lps bce artikel ni.. mcm tau2 je.. :P
terjemahan surah yassin, ayat 65: Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

hurmm.. ble dipikirkan.. selama ni kita x sedar setiap perbuatan kita di dunia ni pasti akan dipersoalkan.. kita da tau fakta tu..da belajar pon wktu kt skola kan..tp kita tlalu lalai dek tlalu sronok berhibur, tanpa memikirkan consequencesnye..(buruk benar rojak2 bhs..huhu). Mungkin time ni kita bole bagi byk sgt alasan.. "nanti2 la ble ak da tua, ak start(solat,puasa,zakat) eh..", "ala org lain buat xpe, asl ak xleh, diorg xjd pape pn..rileks je" , "ala malasnya..kejap lagi la ak solat..wktu solat kn pjg lgi.." n mcm2 lagi yg da basi sgt kite dgr (n pnh jgk sbut) kn? hehehe.. (pdhal klu kite solat lgi cepat, terase lapang je waktu kan?)

skrg ni kite bole lagi la nk kasik alasan, make up stories semua.. tapi nnt kt akhirat, no way ur gonna get a chance. anggota2 badan kite yg selama ni diam diri je (klu berckp, tkejut gak kite..hehe) akan mula menyuarakan kebenaran. samada mereka digunakan fisabilillah, atau digunakan untuk yg mungkar2.. kaki: "dulu tuan saya bwk sy gi clubbing, singgah tmpt2 yg bkn2". tangan : "tuan saya suka ambik brg org yg tertggl, pastu simpan, dgn alasan, xde sape claim pun" mata : "dahsyat tuan saya ni, die slalu sgt tgk yg bukan2.." telinga: "suke betul tuan saya dengar fitnah..lps tu bole suka plak sbb fitnah tu menjatuhkn air muka musuh die"
[ayt hnya rekaan semata2.. contoh je eh.. minta maaf klu sy slh]
haa..klu da diorg ckp cmtu, kite lak xleh nk defend diri kite, camno? apo ekau nak buek? sape je yg akan tlg kite nnt..kwn2/family? diorg pn gelisah mnunggu giliran.. sy pon jd risau ble pikirkn blk..
so, mulai skrg, kite jaga2 la setiap perbuatan,percakapan, dan niat kite, dr menyimpang kepada bnde x btul.. igt, Allah tu sentiasa ada, di waktu suka,dan duka. n malaikat pon rjin je mencatit amalan kt ni ha.. xdenye kite leh liquid blk sume catatan tu.. huhu.. xnak azab, jgnla buat yg bukan2,ek? huhu

nk kasik cara2 utk elakkan sume ni cm kurg tau sket, so klu korg tau ape nk kne buat, marilah kite sharing2 ye.. kurgkan kontroversi, tingkatkan prestasi.. assalamualaikum.. :)

"...Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahanam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal" (QS:25,65)

Thursday, March 19, 2009

Perubahan drastik, susah!

saya ingin anda baca sampai habis.janji ye.

mula2.. saya nak mengaku yang saya banyak sangat kesilapan dalam diri sebagai seorang muslimah. kelemahan yang tidak sengaja, yang juga sering diiringi dengan perasaan malu dan kesal. aurat, tingkah laku, batas pergaulan, semua tu masih banyak sangat yang x dpt saya cover lagi. saya sedar kelemahan sendiri ni hanya saya yang dapat nk betulkan. saya juga mmg sgt2 alu2kan apa2 komentar/kritikan membina yang dapat saya gunakan untuk memperbaiki diri ini.


....Dengan ini, saya membuka topik: KENAPA SUSAH SANGAT NAK JAGA HIJAB NI..

1. lingkungan persekitaran
- faktor keluarga dan rakan2 sangat2 besar tanpa disedari. sepanjang hidup kita da membesar bersama mereka. tiap apa yang kita buat, sedikit sebyk dipengaruhi oleh pengalaman kita bersama mereka. bila tiada siapa yang menekankan keperluan menjaga seLENGKAPnya, bagaimana kita hendak sedar akan kewujudannya?

2. exposure
- sejujur2nya, saya hanya mendapat exposure utk mula menjaga Hijab (aurat & tingkah laku) sewaktu zaman matrix di melaka. sebelum itu, saya tidak pernah ada sekelumit pon perasaan atau persoalan dalam diri "adakah ini cara yang betul?". Perkataan Hijab sendiri pon tidak pernah saya dengari, malangnya. Alhamdulillah, pengalaman setahun di matrix, walaupun pendek, telah membuka mata saya. Agak2nya, pintu hati saya juga mula dicurah2 hidayah, Alhamdulillah. dan ingin saya tekankan, tempoh 2 tahun hati terbuka, dibandingkan dengan 17 tahun kejahilan ,adalah sangat2 pendek buat seseorang yang mencuba sedaya upaya untuk berubah.

3. sokongan
- sebenarnya, saya sangat2 sedih dan down, bila seseorang yang kita dah rapat, susah untuk menerima sesuatu perubahan baru pada diri kita. tak kisah jika perubahan itu sesuatu yang buruk dan xdapat diterima orang, tapi bukan kan sebenarnya? terasa diejek setiap kali cuba memakai stokin aurat dan berhujah sedikit. saya, yang lemah ni, dipanggil ustazah..walaupun saya suka, kerana itu salah satu impian baru saya, tapi entah lah, jika kata itu disertai dengan Alhamdulillah dan rasa insaf, bukannya senyum sinis atau kata2 perli, saya rasa mungkin akan lebih mudah untuk saya berubah menjadi muslimah sejati. saya sehingga teringin nak pakai jubah hitam + purdah, tapi rasa2nya anda mesti terkejut kan dan ada sedikit xselesa?

4. usaha saya
- mungkin ramai yang x sedar, saya dah banyak sangat berubah semenjak sekolah lagi. tiada lagi lengan pendek, tiada lagi bersalaman dengan lelaki, selalu senyapkan diri untuk mengelakkan berkata2 buruk, selalu muhasabah diri, dan cuba menjaga kelakuan saya. Semenjak kemasukan saya sebagai ahli dalam biro agama IMAN, saya dah banyak sangat usaha demi menjaga nama baik biro tersebut. Sehinggakan saya memilih untuk memakai baju kurung sekerap mungkin, tudung dilabuhkan, membeli kain baru untuk dibuat baju labuh, membeli baju tshirt labuh, tidak lagi memakai baju2 ketat walaupun berlengan panjang, mengaji, mengikuti program2 agama, menjauhkan pancaindera dari maksiat..dan banyak lagi..


Sesuatu seperti ini mustahil untuk saya go cold turkey ataupun tukar semua dalam saat tu juga. MUSTAHIL! Dalam usaha saya juga, pasti timbul perangai2 lama yang sudah terbiasa, yang juga cepat2 saya kesalkan dan cuba berhenti. So, saya harap sangat2 agar mendapat sokongan yang WAJAR dari anda semua, dan jika ada kritikan atau apa khas buat saya, sila katakannya direct kepada saya sahaja, dan bukan secara indirect dengan melibatkan grup yang lebih besar. Hati saya xpernah tenang mengenangkan setiap kesalahan saya, tau?

Saya juga meminta maaf kepada sesiapa yang telah terasa dengan cara saya. Sekarang saya faham perasaan anda. Semua manusia itu banyak kelemahannya, dan kita kena bersama memperbaikinya. Allah telah berfirman di dalam Al-Quran: “….Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib sesuatu kaum itu sehingga mereka sendiri mengubah nasib mereka….” (Ar-Ra’du:11).

p.s: menyesal plak buat inai kat tangan. ada cara nak hilangkan secepat mungkin x? risau ikhwan pandang.. :(


p.s again: harap2 nampak the writings..enjoy..